{"id":49,"date":"2017-02-23T16:50:43","date_gmt":"2017-02-23T16:50:43","guid":{"rendered":"https:\/\/yourrossy.wordpress.com\/?p=49"},"modified":"2021-12-30T23:50:49","modified_gmt":"2021-12-30T23:50:49","slug":"kamar-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinnirossy.com\/?p=49","title":{"rendered":"Kamar 21"},"content":{"rendered":"\n<p>Aku sempat tinggal di asrama sekitar tahun 2005 lalu, <\/p>\n\n\n\n<p>*wah berarti sudah 14 th berlalu \u2267\u2207\u2266*<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p>Asrama ini letaknya bukan ditengah kota. Dipinggiran kota,&nbsp; bahkan dibelakang asrama sudah keliatan hamparan sawah plus tambak yang luass banget. Pada saat itu,&nbsp; jumlah kamarnya mencapai 21 kamar.&nbsp; Satu kamar isinya ada yang 8 anak, 12 anak,&nbsp; 14 anak,&nbsp; 20 anak,&nbsp; dan terbanyak 24 anak. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebenernya,&nbsp; sejak pertama kali aku datang di asrama itu, desas-desus tentang kamar 21 udah merebak dimana-mana.&nbsp; Oiya, tiap 6 bulan kami selalu ganti kamar.&nbsp; Ibu ManggaTua selaku pemilik asrama rutin <em>ngerombak <\/em>kamar tiap 6 bulan sekali.&nbsp; Biasanya,&nbsp; yang menempati kamar no 21 itu siswi-siswi kelas 3 SMP yang siap menghadapi UN. Mereka bakalan dijadikan satu kamar (di kamar 21) gunanya untuk mempermudah mereka belajar nanti. <\/p>\n\n\n\n<p>Kamar 21 ini letaknya beda deret sama kamar lainnya. Sama kamar 20 aja jauhhh.&nbsp; Harus jalan nyebrang lapangan dulu baru deh nyampek kamar 21. Kok gitu?&nbsp; Ya karena kamar 21 sebenernya bekas kelas yang enggak dipakai.&nbsp; Jadi kamar 21 ada di deretan kelas-kelas.&nbsp; Jadi terpisah sama kamar lainnya. Di kanan kamar 21 itu kelas untuk anak baru.&nbsp; Diatas kamar 21 ada Aula (biasa dipakai untuk acara besar) dan ada kelas <em>khusus <\/em>(kelas khusus biasa dipakai untuk siswa dari luar sekolah kami,&nbsp; lalu dilakukan penyetaraan selama satu tahun) <\/p>\n\n\n\n<p>Nah,&nbsp; di kelas <em>khusus <\/em>ini *Yang letaknya tepat di atas kamar 21* siswi yang tinggal di kamar 21 kerap di ganggu. Jenis gangguannya macem-macem sih.&nbsp; Tapi yang paling sering dan paling pasti itu GERETAN BANGKU. Geretan bangku ini pasti bisa didengar semua siswi.&nbsp; Enggak cuman yang punya indera keenam, yang polos-polos aja pun pasti bisa denger <em>prosesi <\/em>geretan bangku ini. Kalau gangguan lain mungkin penampakan,&nbsp; atau ada yang kesurupan&#8230; Dan itu siswi tertentu aja.&nbsp; Tapi untuk <em>geretan bangku, <\/em>bener-bener gak pandang bulu sih,&nbsp; semua orang bisa denger.&nbsp; Dan kejadian itu selalu dimulai dari jam 00.00<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus geretan bangku ini sudah pernah dilaporkan ke pihak pengurus asrama.&nbsp; Udah ditelusuri,&nbsp; udah diperiksa pun tiap ronda malam, takutnya ada warga sekitar asrama yang resek &#8216;kan. Tapi hasilnya nihil&#8230; Mereka bukannya ketemu warga tapi malah disuguhi suara geretan bangku juga, wkwkwkwk.<\/p>\n\n\n\n<p>*aduh mohon maaf,&nbsp; nulis gini malam-malam kenapa aing jadi merinding ya (\uff61-_-\uff61)*<\/p>\n\n\n\n<p>Lanjut yaa&#8230;.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p>Waktu itu,&nbsp; tahun 2006, aku dirotasi di kamar 21. Tinggal ber-24 bareng anak satu angkatan (satu kelas) .<\/p>\n\n\n\n<p>*p.s kamarnya luas banget kok,&nbsp; ada ranjang susun isinya 12. Pas buat 24 anak*<\/p>\n\n\n\n<p>Di bulan itu kami memang lagi UAS.&nbsp; Jadi 20 diantara 24 anak masih melek ambyar buat belajar persiapan ujian besok.&nbsp; Tiba-tiba ada suara &#8220;duk..&nbsp; Duk..&nbsp; Duk&#8221; ada beberapa orang yang sepertinya sengaja lompat-lompat di atas kamar kami. Kaca jendela yang lebar aja sampai bergetar. <\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu jam menunjukkan pukul 00.15 sih.&nbsp; Semua anak sibuk termangu dan saling pandang,&nbsp; astaga wkwkwk. Mau lari dan teriak aja kami ragu \u2267\u03c9\u2266<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, muncul lagi suara &#8220;duk..&nbsp; Duk..&nbsp; Duk&#8221; asli berisik banget kayak orang lagi kejar-kejaran. Kalau itu orang,&nbsp; enggak mungkin.&nbsp; Ngapain teh kejar-kejaran jam 12 malam -_- kucingpun enggak mungkin sampai kaca bergetar gitu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selang beberapa detik setelah suara <em>duk duk <\/em>kedua,&nbsp; muncul suara geretan bangku. &#8220;kreeekkkkkk&#8230;&nbsp; Kreeeekkkk&#8221; akhirnyaa,&nbsp; suara <em>legend <\/em>yang selama ini jadi bahan omongan penduduk asrama, nyampek juga di telingaku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Aaaaaaaaaaa&#8230;. &#8221; sontak semua anak kamar 21, (termasuk aku -_-&#8216;) teriak histeris.&nbsp; Yang tidur bangun. Yang dari tadi melek langsung lompat jadi satu ke tengah-tengah kamar. <\/p>\n\n\n\n<p>Beruntung banget sih enggak lagi melek sendirian \u3012_\u3012 <\/p>\n\n\n\n<p>Kami diam di tengah-tengah kamar,&nbsp; merinding mau noleh kanan-kiri,&nbsp; khawatir ada tuyul yang muncul HAHAHA.&nbsp; Fyi, aku dan temen kamarku enggak ada yang indigo ya.&nbsp; Jadi saat itu kami memang sebatas denger geretan bangku aja.&nbsp; Suara geretan bangku teruss berlanjut sampai menjelang subuh.&nbsp; Dan enggak ada satupun dari kami yang bisa tidur.&nbsp; Wkwkwk&#8230;&nbsp; Penakut jamaah. Lol. <\/p>\n\n\n\n<p>Pas adzan subuh berkumandang,&nbsp; tim keamanan patroli ke kamar-kamar termasuk kamar 21. Mereka heran kenapa kami kumpul ditengah kamar. Terus salah satu dari mereka bilang &#8220;pasti denger suara geretan bangku semalem ya? Hahaha&#8221; yahh.&nbsp; Diketawain.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p>Yaudah sih,&nbsp; memang <em>cuman <\/em>geretan bangku,&nbsp; tapi tiap kali kami reuni lalu membahas masalah geretan bangku pada saat itu&#8230;&nbsp; Ya lucuu XD. Seneng aja takut berjamaah ber 24 wkwkwk<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak kejadian itu,&nbsp; aku jarang tidur diatas jam 00.00. Khawatir denger suara geretan sendirian.&nbsp; Tapi pernah juga sih kami ber 15 sengaja tidur diatas jam 00.00, demi apa?&nbsp; Demi denger suara geretan bangku dong! Wkwkwk.&nbsp; Penasaran loo..&nbsp; Sekarang malah kangen masa-masa itu \ud83d\ude41 dan sepertinya sekarang asrama kami sudah direnovasi sedemikian rupa. Makin bagus. Jadi kamar 21 enggak kepakek lagi.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku sempat tinggal di asrama sekitar tahun 2005 lalu, *wah berarti sudah 14 th berlalu \u2267\u2207\u2266*<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[14],"class_list":["post-49","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-curhatmaking-memories","tag-horor","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=49"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":455,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49\/revisions\/455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=49"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=49"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=49"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}