{"id":671,"date":"2021-02-14T03:32:02","date_gmt":"2021-02-14T03:32:02","guid":{"rendered":"https:\/\/dinnirossy.com\/?p=671"},"modified":"2021-02-14T04:59:14","modified_gmt":"2021-02-14T04:59:14","slug":"selingkuh-pada-waktunya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinnirossy.com\/?p=671","title":{"rendered":"Selingkuh Pada Waktunya"},"content":{"rendered":"\n<p>Beberapa hari lalu ada salah satu teman yang cerita kalau, calon suaminya selingkuh. Sebut saja Kinar.&nbsp; Beberapa bulan lagi Kinar dan mas Z menikah. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mas Z selingkuh huhuhu,&nbsp; dia ngaku sendiri&#8221; Kinar mengawali cerita sambil nangis sesenggukan.&nbsp; Aku yang lagi PMS serta merta ngerespon &#8221; HAHHHH.&nbsp; SUMPAH&#8221; dih kenapa aku lebay banget ya waktu itu.&nbsp; Padahal kan sebelum aku menikah,&nbsp; belajar bab <strong>selingkuh <\/strong>nya udah hatam. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Aku mau labrak pelakornya!!&nbsp; Ku maki-maki sekalian biar tau rasa&#8221; dibayanganku,&nbsp; badan Kinar naik turun sebab nahan emosi yang muncak di ubun-ubun. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Iya labrak aja sanaa labrak.&nbsp; Mau aku bantuin nggak ini?&nbsp; Hih gila,&nbsp; emosi gue!!&#8221; aku yang kesetanan malah ngasih semangat dia buat ngelabrak si mbak. Duh, timingnya nggak pas.&nbsp; Aku PMS!! <\/p>\n\n\n\n<p>Singkat cerita,&nbsp; akhirnya aku yang telfon si mbak.&nbsp; Sebut aja mbak BB. Tapi karena kesibukanku sebagai ibu dan istri yang harus urus anak dan suami,&nbsp; jadi nelfon mbak BB nya agak tertunda. <\/p>\n\n\n\n<p>Saat aku telpon mbak BB,&nbsp; emosiku sudah stabil.&nbsp; Jadi nada bicaraku (bagiku)&nbsp; halus.&nbsp; Nggak yang tiba-tiba memaki nggak jelas. Mbak BB cerita semua kronologis gimana dia ketemu mas Z, gimana akhirnya mereka jadi lebih akrab.&nbsp; Waktu mbak BB nyerocos,&nbsp; sebetulnya aku sedang merenung. <\/p>\n\n\n\n<p>Iya aku merenung&#8230;&nbsp; Kan mereka berdua sama-sama suka,&nbsp; lalu kenapa aku dan Kinar hanya memojokkan satu objek, yaitu perempuannya? Padahal ada Mas Z yang datang (dengan suka rela)&nbsp; ke kosnya mbak BB. <\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang \u2014&nbsp;setelah melalui mediasi yang nggak panjang \u2014 akhirnya Kinar dan mas Z tetap menikah<strong><em>. <\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Aku \u2014 yang sok bijak \u2014 berusaha beri wejangan &#8220;Dipikir ulang, kalau setelah menikah selingkuh lagi gimana?&#8221; UPS.&nbsp; <em>Who am I to judge?&nbsp; <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nggak papa,&nbsp; mungkin setelah menikah dia berubah.&nbsp; <em>He love me so hard, i know it&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum nikah,&nbsp; aku banyak belajar tentang cinta,&nbsp; tentang pria,&nbsp; tentang <em>relationship<\/em>.&nbsp; Sama seperti saat aku hamil,&nbsp; aku belajar tentang cara pengasuhan anak menurut orang perancis,&nbsp; menurut montessori bla bla bla. <\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata membaca banyak buku nggak serta-merta merubah aku jadi istri idaman&nbsp; atau ibu teladan. Seperti tindakanku diatas.&nbsp; Aku ngelabrak si mbak yang berarti aku ikut memojokkan satu gender dalam satu perselingkuhan.&nbsp; Sempet-sempetnya aku bilang &#8220;Mbak, mbak nggak prihatin apa sama kelakuan mbak yang merugikan perempuan lain.&nbsp; Kita SAMA-SAMA PEREMPUAN MBAK! &#8220;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalo mbak BB pinter,&nbsp; harusnya jawab gini &#8220;Laa gimana saya bisa menghargai situ, <em>wong<\/em> mas Z nya sendiri nggak menghargai pasangannya kok&#8221; btw, kala itu aku nyamar jadi Kinar. Padahal kata Awkarin, <em><strong>&#8220;Laki-laki bukan sebuah objek yang diperebutkan.&nbsp; Mereka selingkuh karena adanya mutual feelings (suka sama suka), lalu kenapa harus menyalahkan pihak perempuannya saja?&#8221; <\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jujur,&nbsp; aku sama seperti Kinar.&nbsp; Masih denial dengan perselingkuhan.&nbsp; Padahal setiap orang pasti akan selingkuh dan diselingkuhi pada waktunya.&nbsp; Kata <em>coach <\/em>Lex di artikel yang judulnya <strong>Semua Akan Selingkuh pada Waktunya, <\/strong>beberapa orang \u2014pria atau wanita\u2014 punya bakat genetik untuk selingkuh.&nbsp; Beberapa orang ini sulit untuk monogami.&nbsp; Setelah menikah mereka memiliki istri simpanan, poligami,&nbsp; selingkuh dan lain-lain. Bukan berarti membenarkan selingkuh ya. Tapi kita harus tau biar nggak kaget (termasuk aku). <\/p>\n\n\n\n<p>Ada yang bilang,&nbsp; kalau sebelum menikah sudah sering selingkuh,&nbsp; setelah menikahpun pasti akan terjadi perselingkuhan lagi.&nbsp; Padahal, ada beberapa kasus yang pasangannya baik sebelum menikah,&nbsp; setelah menikah malah berulang kali selingkuh. Ada yang masa muda doyan selingkuh,&nbsp; setelah ucapkan ikrar pernikahan akhirnya dia berubah. Intinya,&nbsp; kita nggak akan tau kapan kita diselingkuhi,&nbsp; kapan juga kita akan selingkuh. <\/p>\n\n\n\n<p>Kebiasaan selingkuh nggak akan berubah hanya-karena sebuah pernikahan.&nbsp; Manusia nggak akan berubah karena menikah,&nbsp; tapi manusia bisa berubah karena dirinya sendiri. Kalau kita sadar bahwa kita cenderung sulit untuk monogami,harusnya kita hindari bercengkerama berlebihan dengan lawan jenis (atau sesama jenis,&nbsp; karena beberapa kasus ada yang selingkuh dengan sesama jenis). Sulit itu kalau pelaku selingkuh menyangkal bahwa mereka selingkuh.&nbsp; &#8220;Ah kan CUMA TEMAN&#8221; tapi obrolan whatsapp disembunyikan dari pasangan.&nbsp; Alasannya klasik,&nbsp; takut pasangan parno dan mikir macam-macam.&nbsp; Padahal dua langkah diatas saja sudah ada bibit-bibit selingkuh. <\/p>\n\n\n\n<p>Seberapa baik kita memilih pasangan atau seberapa kuat prinsip kita. Kita nggak akan aman dari se-ling-kuh.&nbsp; Nggak perlu memojokkan mas Z. Aku, ApelMerah, bahkan Kinar juga punya potensi untuk selingkuh. Nggak ada yang bener-bener bersih dari godaan. Karena setia bukan perasaan, tapi sebuah keahlian. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti Ustad Riza Basalamah bilang <strong><em>&#8220;Tergoda itu bisa jadi dimana saja,&nbsp; kapan saja,&nbsp; dan siapa saja. Tapi bukan berarti kesetiaan tidak pernah ada.&nbsp; Kesetiaan itu,&nbsp; saat dia tergoda.&nbsp; Dia akan kembali pada kita&#8221;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Ada tiga poin <em>social hacks <\/em>yang kita lakukan sehingga terjerumus perselingkuhan menurut <em>coach Lex dePraxis.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Kita menyangkal dan mendefinisikan keakraban dengan lawan jenis\/sejenis itu hanya-teman-saja<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Menutupi intensitas interaksi dengan si hanya-teman-saja. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Misal tidak pernah bercerita tentang si hanya-teman-saja.&nbsp; Menghapus <em>chat log. <\/em>Curi-curi mengobrol dengan si hanya-teman-saja.&nbsp; Alasannya sih baik : agar pasangan tidak parno dan berpikiran aneh-aneh tentang kita.&nbsp; TAPIII,&nbsp; efek sampingnya adalah terciptanya ruang ekslusif antara kita dan si hanya-teman-saja. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Curhat dengan si hanya-teman-saja tentang masalah rumah tangga kita. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>*<\/p>\n\n\n\n<p>Bibit-bibit perselingkuhan itu sudah ada sejak poin kedua aku sebutkan diatas. Tapi terkadang aku,&nbsp; kamu, dan&nbsp; kita nggak sadar. Orang-orang yang menghargai pasangan (terutama yang sudah terucap ikrar pernikahan) setelah sadar dirinya &#8216;telah&#8217; berselingkuh, pasti akan mengakhiri interaksi mereka dengan si hanya-temen-aja dan kembali ke pasangannya. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Ps: kalo ada suami atau istri yang berulang kali bohong,  berulang kali khilaf.  Coba ke kantor BPJS terus tanya &#8220;Kebiri karena indikasi ditanggung BPJS nggak?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>-_____-#<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"150\" src=\"https:\/\/dinnirossy.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/img_20210213_122239751090070.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-685\" srcset=\"https:\/\/dinnirossy.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/img_20210213_122239751090070.jpg 640w, https:\/\/dinnirossy.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/img_20210213_122239751090070-300x70.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa hari lalu ada salah satu teman yang cerita kalau, calon suaminya selingkuh. Sebut saja Kinar.&nbsp; Beberapa bulan lagi Kinar dan mas Z menikah. &#8220;Mas Z selingkuh huhuhu,&nbsp; dia ngaku sendiri&#8221; Kinar mengawali cerita sambil nangis sesenggukan.&nbsp; Aku yang lagi PMS serta merta ngerespon &#8221; HAHHHH.&nbsp; SUMPAH&#8221; dih kenapa aku lebay banget ya waktu itu.&nbsp; Padahal kan sebelum aku menikah,&nbsp; belajar bab selingkuh nya udah hatam. &#8220;Aku mau labrak pelakornya!!&nbsp; Ku maki-maki sekalian biar tau rasa&#8221; dibayanganku,&nbsp; badan Kinar naik turun sebab nahan emosi yang muncak di ubun-ubun. &#8220;Iya labrak aja sanaa labrak.&nbsp; Mau aku bantuin nggak ini?&nbsp; Hih gila,&nbsp; emosi gue!!&#8221; aku yang kesetanan malah ngasih semangat dia buat ngelabrak si mbak. Duh, timingnya nggak pas.&nbsp; Aku PMS!! Singkat cerita,&nbsp; akhirnya aku yang telfon si mbak.&nbsp; Sebut aja mbak BB. Tapi karena kesibukanku sebagai ibu dan istri yang harus urus anak dan suami,&nbsp; jadi nelfon mbak BB nya agak tertunda. Saat aku telpon mbak BB,&nbsp; emosiku sudah stabil.&nbsp; Jadi nada bicaraku (bagiku)&nbsp; halus.&nbsp; Nggak yang tiba-tiba memaki nggak jelas. Mbak BB cerita semua kronologis gimana dia ketemu mas Z, gimana akhirnya mereka jadi lebih akrab.&nbsp; Waktu mbak BB nyerocos,&nbsp; sebetulnya aku sedang merenung. Iya aku merenung&#8230;&nbsp; Kan mereka berdua sama-sama suka,&nbsp; lalu kenapa aku dan Kinar hanya memojokkan satu objek, yaitu perempuannya? Padahal ada Mas Z yang datang (dengan suka rela)&nbsp; ke kosnya mbak BB. Sekarang \u2014&nbsp;setelah melalui mediasi yang nggak panjang \u2014 akhirnya Kinar dan mas Z tetap menikah. Aku \u2014 yang sok bijak \u2014 berusaha beri wejangan &#8220;Dipikir ulang, kalau setelah menikah selingkuh lagi gimana?&#8221; UPS.&nbsp; Who am I to judge?&nbsp; &#8220;Nggak papa,&nbsp; mungkin setelah menikah dia berubah.&nbsp; He love me so hard, i know it&#8221; *** Sebelum nikah,&nbsp; aku banyak belajar tentang cinta,&nbsp; tentang pria,&nbsp; tentang relationship.&nbsp; Sama seperti saat aku hamil,&nbsp; aku belajar tentang cara pengasuhan anak menurut orang perancis,&nbsp; menurut montessori bla bla bla. Ternyata membaca banyak buku nggak serta-merta merubah aku jadi istri idaman&nbsp; atau ibu teladan. Seperti tindakanku diatas.&nbsp; Aku ngelabrak si mbak yang berarti aku ikut memojokkan satu gender dalam satu perselingkuhan.&nbsp; Sempet-sempetnya aku bilang &#8220;Mbak, mbak nggak prihatin apa sama kelakuan mbak yang merugikan perempuan lain.&nbsp; Kita SAMA-SAMA PEREMPUAN MBAK! &#8220; Kalo mbak BB pinter,&nbsp; harusnya jawab gini &#8220;Laa gimana saya bisa menghargai situ, wong mas Z nya sendiri nggak menghargai pasangannya kok&#8221; btw, kala itu aku nyamar jadi Kinar. Padahal kata Awkarin, &#8220;Laki-laki bukan sebuah objek yang diperebutkan.&nbsp; Mereka selingkuh karena adanya mutual feelings (suka sama suka), lalu kenapa harus menyalahkan pihak perempuannya saja?&#8221; Jujur,&nbsp; aku sama seperti Kinar.&nbsp; Masih denial dengan perselingkuhan.&nbsp; Padahal setiap orang pasti akan selingkuh dan diselingkuhi pada waktunya.&nbsp; Kata coach Lex di artikel yang judulnya Semua Akan Selingkuh pada Waktunya, beberapa orang \u2014pria atau wanita\u2014 punya bakat genetik untuk selingkuh.&nbsp; Beberapa orang ini sulit untuk monogami.&nbsp; Setelah menikah mereka memiliki istri simpanan, poligami,&nbsp; selingkuh dan lain-lain. Bukan berarti membenarkan selingkuh ya. Tapi kita harus tau biar nggak kaget (termasuk aku). Ada yang bilang,&nbsp; kalau sebelum menikah sudah sering selingkuh,&nbsp; setelah menikahpun pasti akan terjadi perselingkuhan lagi.&nbsp; Padahal, ada beberapa kasus yang pasangannya baik sebelum menikah,&nbsp; setelah menikah malah berulang kali selingkuh. Ada yang masa muda doyan selingkuh,&nbsp; setelah ucapkan ikrar pernikahan akhirnya dia berubah. Intinya,&nbsp; kita nggak akan tau kapan kita diselingkuhi,&nbsp; kapan juga kita akan selingkuh. Kebiasaan selingkuh nggak akan berubah hanya-karena sebuah pernikahan.&nbsp; Manusia nggak akan berubah karena menikah,&nbsp; tapi manusia bisa berubah karena dirinya sendiri. Kalau kita sadar bahwa kita cenderung sulit untuk monogami,harusnya kita hindari bercengkerama berlebihan dengan lawan jenis (atau sesama jenis,&nbsp; karena beberapa kasus ada yang selingkuh dengan sesama jenis). Sulit itu kalau pelaku selingkuh menyangkal bahwa mereka selingkuh.&nbsp; &#8220;Ah kan CUMA TEMAN&#8221; tapi obrolan whatsapp disembunyikan dari pasangan.&nbsp; Alasannya klasik,&nbsp; takut pasangan parno dan mikir macam-macam.&nbsp; Padahal dua langkah diatas saja sudah ada bibit-bibit selingkuh. Seberapa baik kita memilih pasangan atau seberapa kuat prinsip kita. Kita nggak akan aman dari se-ling-kuh.&nbsp; Nggak perlu memojokkan mas Z. Aku, ApelMerah, bahkan Kinar juga punya potensi untuk selingkuh. Nggak ada yang bener-bener bersih dari godaan. Karena setia bukan perasaan, tapi sebuah keahlian. Seperti Ustad Riza Basalamah bilang &#8220;Tergoda itu bisa jadi dimana saja,&nbsp; kapan saja,&nbsp; dan siapa saja. Tapi bukan berarti kesetiaan tidak pernah ada.&nbsp; Kesetiaan itu,&nbsp; saat dia tergoda.&nbsp; Dia akan kembali pada kita&#8221; *** Ada tiga poin social hacks yang kita lakukan sehingga terjerumus perselingkuhan menurut coach Lex dePraxis. 1. Kita menyangkal dan mendefinisikan keakraban dengan lawan jenis\/sejenis itu hanya-teman-saja. 2. Menutupi intensitas interaksi dengan si hanya-teman-saja. Misal tidak pernah bercerita tentang si hanya-teman-saja.&nbsp; Menghapus chat log. Curi-curi mengobrol dengan si hanya-teman-saja.&nbsp; Alasannya sih baik : agar pasangan tidak parno dan berpikiran aneh-aneh tentang kita.&nbsp; TAPIII,&nbsp; efek sampingnya adalah terciptanya ruang ekslusif antara kita dan si hanya-teman-saja. 3. Curhat dengan si hanya-teman-saja tentang masalah rumah tangga kita. * Bibit-bibit perselingkuhan itu sudah ada sejak poin kedua aku sebutkan diatas. Tapi terkadang aku,&nbsp; kamu, dan&nbsp; kita nggak sadar. Orang-orang yang menghargai pasangan (terutama yang sudah terucap ikrar pernikahan) setelah sadar dirinya &#8216;telah&#8217; berselingkuh, pasti akan mengakhiri interaksi mereka dengan si hanya-temen-aja dan kembali ke pasangannya. Ps: kalo ada suami atau istri yang berulang kali bohong, berulang kali khilaf. Coba ke kantor BPJS terus tanya &#8220;Kebiri karena indikasi ditanggung BPJS nggak?&#8221; -_____-#<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":672,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[46,25],"class_list":["post-671","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-darkstories","tag-marriage","tag-selingkuh","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=671"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":686,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/671\/revisions\/686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinnirossy.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}