• Cerita tentang Kita

    KAMAR 21

    Aku pernah menghuni asrama itu di tahun 2005. Sial, sudah empat belas tahun berlalu? Waktu ternyata punya cara yang licik untuk mencuri usia kita. ​Asrama itu berdiri di pinggiran kota yang sunyi, jenis tempat di mana peradaban seolah menyerah pada hamparan sawah dan tambak yang meluas tanpa ujung di belakang gedung. Di sana, privasi adalah kemewahan yang tidak kami miliki. Kamar-kamar dijejali manusia; ada yang berisi delapan anak, dua belas, bahkan satu kamar raksasa yang menampung dua puluh empat nyawa sekaligus. ​Namun, sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di sana, desas-desus tentang Kamar 21 sudah merambat di koridor-koridor seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. ​Setiap enam bulan, Ibu ManggaTua—pemilik…