-
Elegi di Ladang Pribadi
Sejak saya mulai menuliskan perjalanan Aara dan perjuangannya dengan selang NGT, saya memutuskan untuk menarik diri. Beberapa konten kini saya kunci rapat dalam mode private. Mungkin terdengar skeptis, namun jejak digital yang mengarah ke blog pribadi ini membuka celah bagi mata asing untuk mengaduk-aduk arsip pemikiran saya yang telah membeku sejak 2017. Dulu, saya adalah penikmat setia blog orang lain—seperti milik Gitasav atau Annisast. Saya selalu mengagumi betapa bebasnya mereka menata ‘ladang’ mereka sendiri. Menuangkan isi kepala tanpa beban, tanpa harus terdistraksi oleh tuntutan konten endorse. Saya mengagumi kejujuran itu; sebuah kemewahan yang jarang ditemukan di era konten bersponsor. Blog ini adalah refleksi batin seorang Dinni Rossy yang paling ‘mentah’.…
-
Motivasi Menulis Blog
Akhir-akhir ini saya kok jadi males ngeblog. Rada males karena saya ngerasa isi blog saya mirip diary sehari-hari. Nggak berbobot kayak blogger senior lain. Apalagi setelah baca beberapa postingan emak-emak blogger yang udah senior, tulisannya bagusss banget macam wartawan T____T. Jadi tiap mau mulai ngeblog suka kepikiran Ih kontennya kan kudu menarik, berbobot buat pembaca, aduh mau nulis apa yaaaa! Gitu aja sampek nggak mulai-mulai ngeblognya. Lalu saya curhat ama salah satu emak blogger terkait kondisi MALAS saya sekarang. “Tujuan kamu ngeblog apa” ditanya gitu sama emak blogger senior. Iya ya, emang tujuan saya ngeblog apa? Jadi blogger terkenal? Atau dapat cuan? Tujuan awal saya ngeblog kan buat self healingggg…