-
Apel Merah
“Kisah ini kucatat semata-mata sebagai penanda jejak perjalanan kami. Sebab aku sadar, suatu hari nanti kami akan membutuhkan ingatan ini kembali. Entah saat badai perselisihan sedang menguji kami, atau sekadar untuk dikenang bersama sewaktu rambut kami mulai memutih kelak.” Dinni Rossy Dua bulan setelah perpisahan itu—setelah semuanya benar-benar berakhir dengan Kumbang—takdir mempertemukan alur hidupku dengan ApelMerah. Jujur, waktu itu ketakutan menyelimutiku. Ada bisikan cemas bahwa mungkin aku tidak akan pernah sampai ke jenjang pernikahan. Meski jauh di lubuk hati aku percaya Allah selalu menyiapkan takdir yang lebih baik setelah sebuah kehilangan, rasa tidak percaya diri itu tetap saja menggerogoti. Namun, sungguh aku tak menyangka, penawar itu datang jauh lebih cepat…